Langsung ke konten utama

Generasi Harapan Terbesit Dibenakku

Nolly Hummam Wijaya

Generasi Harapan terbesit Dibenakku - Assalamualaikum wr.wb Ketika Kalimat Generasi Harapan terbesit Dibenakku itu ketika aku berada pada ranah pertama kalinya aku berpijak di acara FORMATANI (Forum Mahasiswa Agroteknologi/ Agroekoteknologi Indonesia) tepatnya ketika itu aku pertama kalinya mewakili atas nama kampus dan masih unyu-unyunya semester dua, masih polos akan dunia mahasiswa, serta haus akan rasa penasaran disini aku menemukan berbagai macam karakter mahasiswa seumuranku bahkan, banyaknya diatasku alias senior tapi tak apa lah karena niatku ingin belajar, serangkaian acara kuikuti dari awal hingga akhir terkadang aku berfikir kita disini membicarakan kemaslahatan petani, Rakyat, bahkan negara, akan tetapi apakah mereka memikirkan kita juga ya??, dari sinilah Generasi Harapan terbesit dalam benakku Nolly Hummam Wijaya dari sini pula ideologiku mulai terbentuk dan semakin aku mengetahui berbagai macam banyak hal yang baru kuketahui.


Garis Besarnya adalah Kita Generasi harapan Untuk Indonesia menjadi terdepan karena jika bukan kita sebagai rakyat Indonesia siapa lagi yang akan memikirkan negara ini, akan tetapi "se levelnyalah kita bertindak" disini aku belajar akan Bhineka Tunggal Ika, karena disini aku mengenal dari berbagai macam RAS, Suku, Dan Kepercayaan yang beragam akan tetapi satu tujuan yaitu NKRI, Kita tak boleh menyerah pada keadaan yang kian terpuruk ini, dari sinilah aku mulai bisa menghargai Orang Lain juga Negara ini.

tidak terhenti dalam pemikiran saja, akan tetapi realisasi inilah yang paling, dan sangat penting, kenapa??, karena jika kita berkutat hanya pada bersilat lidah ini tak akan ada selesainya, alangkah indahnya kita beraksi, kata beraksi disini bukan diartikan sebagai anarkis, ataupun kekerasan, akan tetapi kita lebih menciptakan hal-hal yang baru seperti Prestasi, hingga pengabdian kita kepada masyarakat serta negara ini

Banyak sekali hal yang bisa kita perbuat sungguh memang benar-benar pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah aku lupakan dalam 
sejarah kehidupanku maka dari itu aku dokumentasikan dalam sebuah tulisan ini, yang harapannya mudah-mudahan tulisanku bisa bermanfaat (amin). terkadang terpikir juga perkataan seorang seniorku dulu ketika masih mondok dipesantren La Tansa yaitu Akhi Dzawin Nur Ikhram yang kalimatnya seperti ini "anak sd pinter matematika, anak smp pinter fisika dasar, anak sma pinter kimia, anak kuliahan pinter dialegtika" , pada fase kuliah lah aku menyempurnakan semua itu.

Nolly Hummam Wijaya
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya diawal pembukaan membuatku gemetar serta seolah hati ini terpanggil untuk negriku.
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya

Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya

Nolly Hummam Wijaya



Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya

Nolly Hummam Wijaya

         

serangkaian acara telah aku ikuti, dihari pertama pembukaan dibuka dengan seminar nasional dilanjut diskusi dahsyat, disini aku mencoba untuk memberanikan diri untuk angkat bicara, karena ketika itu aku berfikir klo bukan sekarang kapan lagi aku bisa memanfaatkan momen ini, sekaligus menguji diri seberapa bisa aku membawa forum hanyut dalam bahan materiku yang terkadang selalu aga kontroversial. rasa kantuk, semangat disini bercampur satu padu akan tetapi demi pengalaman yang langka ini aku mencoba bertahan mempertahankan argumentku tentang pertanian versiku, apa itu???, ya Organik jawabannya terkadang orang memandang Organik ini sebelah mata dalam artian ya itu hanya kesan politis aja ko, tapi aku disini tidak bermaksud kesitu,karena niatku adalah aku percaya bila kita bertani selaras dengan apa maunya alam maka alampun akan memberikan yang terbaik pula bagi kita.

Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya












Disini aku Diskusi oleh berbagai watak, dan disini pula calon Koordinator Wilayah dipilih, aku mulai berani mencoba mencalonkan diri walaupun Universitasku baru ketika itu aktif kembali lagi di FORMATANI, tapi apa salahnya mencoba, dan ternyata benar Allah belum memberikan kesempatannya saat ini, tak apa hikmah dari ini banyak bahwasannya perjalananku masih sangatlah panjang didepan sana, kandidat ketika itu ada tiga yaitu Sdr. Ardian (UNS), Sdr. Wildan (UNPAD), dan aku sendiri Nolly Hummam Wijaya (UNSIKA)
berdasarkan musyawarah terpilihlah saudara Ardian dari UNS untuk menjadi Koordinator Wilayah selama dua tahun kedepan, dari sini aku belajarberbagai macam hal dari aku belajar menghargai pendapat serta gagasan orang lain dan aku belajar menerima segala keputusan demi kemaslahatan bersama, disinilah aku mulai menemukan jati diriku yang sebenarnya.

Nolly Hummam Wijaya Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya
Waktu mulai beranjak malam dan Makrab telah tiba disini aku mencoba untuk aga PEDE walaupun sebenarnya tidak seperti itu hehe....., disini ada suatu acara yang menurutku sangat berkesan yaitu PTG (Partai Tabah Dan Gaul) jadi intinya ini adalah waktunya kita mengungkapkan CINLOK (Cinta Lokasi) para peserta maupu Panitia, dan akupun menentukan pilihanku ada seorang panitia dari UNPAD sendiri yang aku suka.

Nolly Hummam Wijaya


Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya
Nolly Hummam Wijaya














Nolly Hummam Wijaya










Nolly Hummam Wijaya





Nolly Hummam Wijaya
Fieldtrippun tiba yang dibahas pada fieldtrip kali ini memang lebih kearah ilmiahnya yaitu pemanasan global akibat meningkatnya emisi CO, dan gas rumah kaca lainnya telah menyebabkan terjadinya  perubahan iklim yang mendorong semakin seringnya anomali iklim seperti El-Nino (kekeringan) atau La-Nina yang mendorong terjadinya banjir. 


       Arang hayati (biochar) merupakan suatu pilihan sederhana untuk mengurangi dampak pemanasan global. Biochar dapat menambah kelembaban dan kesuburan tanah pertanian serta bisa bertahan ribuan tahun di dalam tanah bila digunakan untuk pengurangan emisi CO2. Praktek yang telah berumur 2000 tahun ini mengubah limbah pertanian menjadi suatu pembenah tanah yang dapat meningkatkan keamanan pangan dan mengurangi kerusakan hutan hujan. Biochar, satu-satunya teknologi yang murah dan bisa diterapkan secara luas dalam skala kecil ataupun luas. 
Manfaat Biochar 
1. Penambahan biochar pada lapisan atas tanah pertanian akan memberikan manfaat yang cukup besar. Sebagai  deposit karbon dalam tanah biochar bekerja dengan cara mengikat dan menyimpan CO2 dari udara untuk  mencegahnya terlepas ke atmosfir. Kandungan karbon yang terikat dalam tanah jumlahnya besar dan tersimpan hingga waktu yang lama. 
2. Di samping mengurangi emisi dan menambah pengikatan gas rumah kaca, biochar memberi banyak manfaat dalam usaha pertanian. Biochar dapat memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produksi tanaman, terutama pada tanah-tanah yang kurang subur. Kemampuan biochar untuk memegang air dan hara dalam tanah membantu 
3. mencegah terjadinya kehilangan pupuk akibat aliran permukaan (runoff) dan pencucian (leaching), sehingga memungkinkan penghematan pupuk dan mengurangi polusi pada lingkungan sekitar. 
      Kemampuan mempertahankan kelembaban dapat membantu tanaman pada periode-periode kekeringan. Biochar juga sangat penting dalam memperkaya karbon organik pada tanah-tanah marginal dan mempercepat
 Kemampuan mempertahankan kelembaban dapat membantu tanaman pada periode-periode kekeringan. 
Biochar juga sangat penting dalam memperkaya karbon organik pada tanah-tanah marginal dan mempercepat 
perkembangan mikroba-mikroba untuk penyerapan hara dalam tanah. 
Pembuatan Biochar 
      Beberapa teknik pembuatan Biochar telah tersedia dari yang tradisional sampai maju. Cara mana yang terbaik tergantung pada ketersediaan sumber daya dan skala usaha. Demikian pula bahan dasar yang digunakan akan mempengaruhi sifat-sifat biochar itu sendiri dan mempunyai efek yang berbeda-beda terhadap produktivitas tanah dan tanaman. 
    Bahan baku pembuatan biochar umumnya adalah residu biomasa pertanian dan kehutanan seperti potongan kayu, tempurung kelapa, tandan kelapa sawit, tongkol jagung, sekam padi atau kulit buah kacang-kacangan dan bahan organik daur ulang lainnya. 
       Biochar merupakan substansi arang kayu yang digunakan untuk kegiatan pertanian. Biochar dibuat 
menggunakan proses pirolisis. Bahan baku yang digunakan adalah limbah-limbah pertanian dan limbah kehutanan. Bila limbah-limbah tersebut mengalami pembakaran dalam keadaan tanpa oksigen akan menghasilkan 3 substansi, yaitu: metana dan hidrogen yang dapat dijadikan bahan bakar, bio-oil yang dapat diperbaharui dan arang hayati (biochar). 
    Aplikasi Biochar dalam Usahatani Padi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nanggroe Aceh Darussalam bekerjasama dengan peneliti dari Balai Penelitian Tanah dan Balai Besar Penelitian Padi dengan dukungan dari Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) telah melaksanakan pengkajian di salah satu lokasi lahan penelitian di Kabupaten Aceh Besar yakni pengkajian pemanfaatan biochar dari sekam padi pada lahan sawah. 
     Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemberian biochar pada lahan sawah untuk pertanaman padi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, sehingga jumlah kebutuhan pupuk dapat dihemat dengan tetap mempertahankan produktifitas padi yang tinggi. Biochar dapat menghemat kebutuhan pupuk dengan produktifitas padi tetap tinggi 
Prospek Biochar 
   Peran biochar terhadap peningkatan produktivitas tanaman dipengaruhi oleh jumlah biochar yang ditambahkan. Pemberian sebesar 0,4 sampai 8 t C ha-1 dilaporkan dapat meningkatkan produktivitas secara nyata antara 20 - 220%. Setiap tahunnya limbah kehutanan, perkebunan, pertanian dan peternakan yang mengandung karbon mencapai ratusan juta ton dan sering menjadi masalah dalam hal pembuangannya. Limbah jenis ini merupakan bahan sangat potensial diubah menjadi biochar dalam berbagai tingkat teknologi produksi. Sebagai gambaran sederhana, dari 50 juta ton produksi gabah tiap tahunnya ikut dihasilkan sekitar 60 juta ton merupakan "limbah" (jerami dan sekam padi) yang dapat diproses menjadi biochar.kira-kira kajian itulah yang dibahas.




Nolly Hummam Wijaya










Nolly Hummam Wijaya



















 










Perpisahanpun tiba, karena disetiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, perpisahan ini dipuncakkan di Saung Udjo Kami sampai di Saung Angklung Udjo (SAU) pukul 12.30. Pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo diselenggarakan setiap hari pukul 15.30 hingga 17.30. Tapi karena pada saat kami datang ada rombongan siswa SMP Minggir Sleman yang berjumlah sekitar 300 orang, jadilah ada pertunjukan tambahan yang khusus diadakan pada pukul 13.00.

Beruntunglah kami karena ada rombongan dharmawisata anak-anak itu. Kalau tidak, kami harus menunggu hingga 2 jam untuk dapat menyaksikan pertunjukan.Saung Angklung Udjo terletak di Jl. Padasuka 118 Bandung. Bagi pengunjung dari Jakarta tinggal keluar dari pintu tol Pasteur, kemudian berkendara lurus melintasi fly over, melintasi jalan Surapati, jalan Ph. Hasan Mustapa. Di ujung jalan Padasuka, ada papan Saung Angklung Udjo yang menjadi penanda belokan ke jalan Padasuka. Sekitar 200 meter terdapatlah Saung Angklung Udjo di sebelah kanan jalan yang ditandai dengan pepohonan bambu.

Dari jalan, Saung Angklung Udjo terlihat biasa saja. Tapi setelah masuk ke dalam, ternyata tempatnya sangat luas, dengan area parkir untuk rombongan bus dan mobil yang lapang.

Di Saung Angklung Udjo, ada beberapa area bangunan dengan arsitektur etnik Sunda dan pepohonan bambu yang rimbun. Ada resto, toko suvenir, dan tempat pertunjukan berbentuk amphitheatre yang dapat menampung lebih dari 1000 pengunjung.

Tempat pertunjukan di Saung Angklung Udjo ini menurutku keren. Bentuknya sederhana, tapi cantik, etnik, dan eksotik.Setelah pembukaan, pertunjukan diawali dengan demonstrasi wayang golek (boneka kayu khas Sunda). Pertunjukan ini dinamakan demonstrasi karena hanya berlangsung 15 menit, jauh lebih singkat dari pertunjukan wayang golek lengkap yang membutuhkan waktu lebih dari 7 jam.

Walaupun disajikan dengan bahasa Sunda, demonstrasi wayang golek ini dipenuhi dengan gelak tawa walaupun penonton tak sepenuhnya memahami ucapan sang dalang. Pemilihan bagian yang lucu membuat penonton bisa menikmati dan tertawa bersama.Bagian kedua dari pertunjukan di Saung Angklung Udjo adalah helaran. Serombongan anak-anak menari riang gembira sambil memainkan angklung. Di tengah anak-anak yang menari, ada seorang anak kecil yang naik di atas tandu, seperti anak yang baru saja disunat.

Salah satu fungsi helaran memang sebagai hiburan untuk anak-anak yang baru selesai disunat dan kemudian diarak keliling desa sambil dihibur.Usai helaran, pertunjukan yang selanjutnya adalah tari topeng dari Cirebon. Mengenakan baju merah cerah, tiga gadis menari dengan indah.

Tari topeng yang dipertunjukkan di Saung Angklung Udjo merupakan cuplikan dari pola-pola tarian klasik Topeng Kandaga. Tarian ini terdiri dua babak, yang pertama tanpa topeng mengisahkan Layang Kumintir, pembawa berita untuk Ratu Kencana Wungu yang sedang menyelidiki keadaan Kerajaan Blambangan. Babak kedua (memakai topeng), Layang Kumintir menyamar menjadi seorang pri gagah perkasa untuk melawan Prabu Menakjinga.Calung, instrumen musik bambu yang dimainkan dengan cara dipukul menjadi sesi pertunjukan selanjutnya.

Pertunjukan Calung kemudian dilanjutkan dengan Arumba, alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan bertangga nada diatonis. Arumba yang diciptakan pada tahun 1970-an memiliki kepanjangan A=alunan, Rum=Rumpun Ba=Bambu. Selanjutnya, mulailah sesi pertunjukan angklung yang melibatkan berbagai jenis angklung, beragam lagu, serta aneka bentuk pertunjukan. Dengan angklung, beragam lagu mulai lagu anak, Kenduri Cinta, Indonesia Pusaka, You Raise Me Up, dan lain-lain.

Selain melihat dan menikmati pertunjukan angklung, satu hal yang sangat keren adalah bermain angklung bersama. Anak-anak dari Saung Angklung Udjo membagikan angklung kepada para penonton, kemudian pembawa acara mengajak penonton memainkan angklung bersama dengan panduan isyarat tanganDan di akhir pertunjukan dua jam ini, para penonton diajak turun dan menari bersama.

Saung Angklung Udjo memang keren! Bangga memiliki pertunjukan budaya etnis yang bisa dikemas selaras dengan standar pertunjukan modern mantaf deh pokoknya serasa perpisahan berbalut senyum serta sedih..
 nah sekian Generasi Harapan Terbesit Dibenakku sementara ini aku sudahi dulu ya ceritaku dan jangan lupa masih banyak  yang seru-seru makanya terus ikuti perkembangan blogku ya.....!!!
wassalamualaikum wr.wb


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TV ONLINE

 ok ini adalah salah satu solusi jika TV anda rusak walaupun rada makan bandwith hehe....., tapi ya klo lg ada yang penting untuk di ton-ton ya kenapa enggak, jadi silahkan anda menonton insya allah lengkap

Seputar Kata-kata Adolf Hitler yang penuh revolusi

Seputar Kata-kata Adolf Hitler yang penuh revolusi yang paling kontroversial,     Bisa saja aku musnahkan semua yahudi di dunia ini! tapi aku sisakan sedikit yg hidup, agar kamu dapat mengetahui mengapa aku membunuh mereka. Semua gerakan besar adalah gerakan populer. Mereka adalah letusan gunung berapi dari nafsu manusia dan emosi, diaduk dalam aktivitas dari Dewi kejam Distress atau oleh obor dari pemain kata yang diucapkan ke tengah-tengah masyarakat. Adolf Hitler propaganda Semua harus populer dan harus mengakomodasi diri dengan pemahaman yang paling cerdas dari orang-orang itu berusaha untuk mencapai. Adolf Hitler Setiap aliansi yang tujuannya tidak bermaksud untuk berperang adalah tidak masuk akal dan tak berguna. Adolf Hitler Siapapun yang melihat dan cat hijau biru langit dan ladang harus disterilkan. Adolf Hitler Sebagai seorang Kristen saya tidak memiliki kewajiban untuk membiarkan diriku ditipu, tapi aku punya kewajiban untuk menjadi pejuang kebenaran dan kea...